EDUKASI DAN PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS COVID-19 PADA MASYARAKAT DESA PARIT BARU DAN PARIT ADONG KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2020

EDUKASI DAN PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS COVID-19 PADA MASYARAKAT DESA PARIT BARU DAN PARIT ADONG KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2020

Authors

  • Yuliana, Katarina Iit Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak
  • ALEXANDER
  • Modetha Diana

Keywords:

Covid-19

Abstract

Pandemi infeksi virus corona (SARS-CoV- 2) yang menyebabkan penyakit Coronavirus disease 2019 (COVID-19) kini telah menginfeksi 235 negara dengan angka kematian 959.116 (3,1 %) dari 30.949.804 kasus (WHO, 2020) sedangkan di Indonesia tercatat 3,9% (9.837) kematian dari total 252.923 kasus terkonfirmasi positif per 22 September 2020 (BNPB, 2020). Pemutusan rantai penularan baru infeksi virus corona kini menjadi target negara terinfeksi khususnya Indonesia dengan strategi penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari sesuai anjuran World Health Organization (WHO) seperti edukasi tentang pencegahan penularan virus corona, himbauan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti berolahraga, berjemur, konsumsi makanan bergizi dan suplemen, cuci tangan dibawah air mengalir, penggunaan masker dan pembatasan jarak (social distancing). Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak dibawah arahan (BNPB) dan Kemendikbud turut serta dalam upaya percepatan penanggulangan COVID-19 melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik pada masyarakat Desa Parit Baru dan Desa Kuala II Provinsi Kalimantan Barat. Metode KKN yang dilakukan mahasiswi yaitu penilaian risiko tertular virus Covid 19 pada 46 Kepala Keluarga di RT 03/ RW 03, 54 KK di Desa Parit Adong Kuala II dan edukasi tentang adaptasi kebiasaan baru dan penerapan protokol kesehatan di perkantoran (AHHASS A Yani) melalui upaya pemasangan poster, pembagian masker dan hand sanitizier serta pemasangan poster edukasi COVID-19 dan pembuatan fasilitas cuci tangan di rumah ibadah (Gereja Paroki Santo Agustinus Sungai Raya dan Biara Rumah Belas Kasih), tempat usaha (Street cafe, Cafe Ana dan Barber Shop Akong) serta panti asuhan Bunda Pengharapan. Hasil penilaian risiko masyarakat melalui INARISK diketahui dari 100 KK didapatkan 56 KK risiko rendah, 44 risiko sedang, sedangkan dari 100 personal yang di assesmen didapatkan 71 individu berisiko rendah, 26 orang risiko sedang dan ditemukan 3 orang risiko tinggi. Hampir seluruh masyarakat tidak mengetahui dengan jelas tentang COVID-19 dan tidak paham cara mencuci tangan yang benar. Kendala yang dialami selama kegiatan adalah sebanyak 2 KK di RT 08/RW 03 Parit Tengkorak tidak ada ditempat saat assesmen dan beberapa warga menolak, sedangkan kendala di Desa Parit Adong adalah jarak tempuh dan lokasi yang cukup jauh

Published

2022-08-03