KEGIATAN BAKSOS DAN PENANAMAN TANAMAN HIAS UNTUK MENGUPAYA PENINGKATKAN SUMBER DAYA ALAM YANG BERFUNGSI SEBAGAI OBAT KELUARGA DI DESA TELUK KAPUAS TAHUN 2021

Authors

  • Katarina IIt
  • Elise Putri
  • Putri Mardiantini

Keywords:

Teluk Kapuas, TOGA

Abstract

Latarbelakang: Pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan mewujudkan masyarakat yang maju dan mandiri dalam suasana sejahtera lahir dan batin. Oleh karena itu gerakan meningkatkan kesehatan harus dilakukan. Menurut Desni, Wibowo dan Rosyidah (2011), pengobatan di Indonesia terdiri dari jenis pengobatan medis dan pengobatan tradisional. Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman budidaya di rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Masih banyak orang yang menggunakan obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa penyakit dengan cara menanam tanaman obat keluarga ini. Kegiatan menanami pekarangan dengan tanaman obat dikenal dengan toga. Program yang dahulu dikenal dengan apotek hidup ini tengah digalakkan oleh pemerintah Indonesia. Istilah toga lebih mengacu kepada penataan pekarangan. Jadi, tidak berarti tanaman yang ditanam hanya tanaman hias yang berkhasiat obat. Tanaman obat yang tergolong rempah-rempah atau bumbu dapur, tanaman pagar, tanaman buah, tanaman sayur, atau bahkan tanaman liar pun dapat ditata di pekarangan sebagai tanaman obat keluarga (Fauziah, 2007). Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanaman tanaman hias untuk obat keluarga. Metode yang dilakukan dalam pelaksaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi.

Hasil : warga sekitar Desa teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya kurang memperhatikan kesehatan hal ini disebabkan kurangnya kesadaran untuk menjaga kesehatannya.Kesimpulan: Toga Sangat diperlukan bagi masyarakat untuk Pengobatan sebelum ke RS.

Published

2022-08-24